Skip to main content

UTAUT Model for Understanding Learning Management System

ejak diperkenalkannya  Learning Management  System (LMS), cara staf pengajar bekerja telah berubah pesat. Apakah pelajaran diajarkan sepenuhnya  online  atau apakah menggunakan paduan pendekatan tradisional dan online, sebagian besar staf  pengajar di universitas harus merancang dan mengembangkan materi  online, membuat dan memelihara situs web pembelajaran dan LMS telah menjadi sarana komunikasi yang dominan dengan siswa bagi banyak staf pengajar [12].Definisi dari LMS adalah infrastruktur dimana  e-Learning dapat dibangun dan diantarkan  [10]. Sementara  e-Learning adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi

informasi dan komunikasi secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas
yang terjamin  [17].  Pengembangan sistem pembelajaran berbasis digital (LMS) merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Universitas Sanata Dharma  [18]. Kegiatan ini diadakan untuk mendukung salah satu sasaran jangka pendek Universitas Sanata Dharma yaitu, peningkatkan efisiensi dan produktifitas. Untuk mencapai sasaran ini, sejak tahun 2008 Universitas Sanata Dharma telah mengembangkan dan mengimplementasikan sebuah LMS yang diberi nama  Experiential E-Learning of Sanata Dharma University, yang lebih dikenal dengan nama Exelsa  [13]. Proyek ini diikuti oleh kebijakan Universitas dengan mengadakan pelatihan penggunaan Exelsa dan pengembangan
materi pembelajaran digital bagi para dosen  [18]. Disamping itu, juga dilakukan sosialisasi mengenai  keberadaan Exelsa melalui penyebaran brosur-brosur di lingkungan Universitas
Sanata Dharma.  

Sebagai sebuah  media pembelajaran, Exelsa harus dapat diterima dan digunakan oleh para penggunanya sehingga dapat meningkatkan produktivitas.  Salah satu model terbaru untuk menjelaskan penerimaan pengguna (user acceptance) dalam bidang Sistem Informasi  dikembangkan  oleh Venkatesh, dkk.  [20]. Model ini diberi nama  the  Unified Theory of Acceptance and Use of Technology  (UTAUT). UTAUT menunjukkan bahwa niat untuk berperilaku (behavioral intention) dan perilaku untuk menggunakan suatu teknologi (use behavior) dipengaruhi oleh persepsi orang-orang terhadap ekspektansi kinerja (performance expectancy), ekspektansi  usaha  (effort expectancy), pengaruh sosial  (social influence) dan kondisi yang membantu  (facilitating conditions) yang dimoderatori oleh jenis kelamin (gender),
usia (age), pengalaman (experience) dan kesukarelaan (voluntariness). Teori ini menyediakan alat bagi para manajer untuk  menilai kemungkinan keberhasilan pengenalan teknologi baru dan membantu mereka memahami penggerak penerimaan dengan tujuan untuk proaktif mendesain intervensi (termasuk pelatihan, sosialisasi, dll.) yang ditargetkan pada populasi pengguna yang mungkin cenderung kurang untuk mengadopsi dan menggunakan sistem baru [20].

Untuk Lebih Lengkapnya Sobat Bisa Download Full disini

 

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Format Surat Kesalahan Nama Pada Raport dengan Ijazah

hai sob, pada postingan kali ini saya ingin membagikan contoh surat keslahan nama pada raport dengan ijazah PEMERINTAH KABUPATEN _____ UPT PENDIDIKAN ____ KEC. _________ SEKOLAH DASAR NEGERI ________ Alamat : Jl ____________________________________ “Terakreditasi : A” E-mail : _______________   SURAT KETERANGAN NOMOR : 421.1/122/SD/04/2016 Yang bertanda tangan dibawah ini, Kepala Sekolah SD N ..................................menerangkan bahwa : Nama Siswa                             : _________________________ No Induk Siswa                       : _________________________ Tempat dan Tanggal lahir        : _________________________ Nama Orang Tua     ...

ANALISIS PENGGUNAAN SISTEM APLIKASI DAPODIK OPERATOR SEKOLAH KECAMATAN CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

PENDAHULUAN A.    LATAR BELAKANG Sistem Informasi Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodik)  adalah sistem informasi yang  menangani  data sekolah seperti tenaga kependidikan, peserta didik, periodik, sanitasi, rombongan belajar  dan data sarana-prasarana sekolah.  Sistem ini dibangun dalam rangka data yang berkualitas dan data ini  nantinya akan menentukan kebijakan pemerintah pusat dalam menentukan seperti halnya resio tenaga kependidikan, syarat untuk menentukan tunjangan profesi pendidik (TFG), Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan masih banyak lagi kebijakan-kebijakan pusat yang nantinya akan melakukan pengambilan  data nya dari aplikasi D apodi k , maka dari itu sataun pendidik harus melakukan Input Data maupun Update data sesuai dengan bukti fisik yang ada kedalam Aplikasi Dapodik untuk mendapatkan data yang akurat cepat, lengkap, valid dan up to date, maka Operator Sekolah berperan penting dalam melakukan pendataan dan sekaligus pe...

PROGRAM KERJA SENI MUSIK ANGGKLUNG

PROGRAM KERJA SENI MUSIK ANGGKLUNG BAB I PENDAHULUAN 1.1. Dasar Pemikiran kreatifitas adalah bentuk luapan rasa atau jiwa yang dimiliki manusia. Kreatifitas ini adalah hasil dari suatu eksplorasi rasa akan momentum atau pengalaman individu seseorang. Olah rasa ini kemudian mengasah kepekaan manusia terhadap lingkungan dan dirinya. Kritik social, politik dan budaya adalah sebagian dari perwujudannya. Akan tetapi hakekat kreatifitas ini adalah sebuah anugrah sang pencipta yaitu daya cipta, sehingga selayaknyalah apabila kreatifitas kemudian dijadikan pula sebagai perwujudan rasa syukur manusia kepada sang pencipta. Sejalan dengan pemikiran tersebut, perlu ditingkatkan intensitas pembinaan kegiatan kesiswaan melalui ekstrakurikuler sebagai aktualisasi dan optimasi dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh siswa dari proses pembelajaran dalam berbagai mata pelajaran atau bidang studi. Proses kreatif atau inovasi merupakan sebuah kemampuan manusia untuk berke...